Pewarisan Sifat dan Bibit Unggul
Pewarisan Sifat dan Bibit Unggul
Hukum Mendel dapat digunakan untuk menghasilkan bibit unggul. Untuk memperoleh bibit unggul, dapat dilakukan dengan seleksi dan hibridisasi. Kedua proses ini berkaitan erat. Sebelum dilakukan hibridisasi, dilakukan dulu proses seleksi yaitu memilih sifat-sifat tanaman dan hewan yang sesuai dengan kehendak manusia. Misalnya persilangan induk varietas padi yang produktivitasnya tinggi tetapi tidak tahan terhadap hama dan penyakit dengan induk varietas padi yang produktivitasnya rendah tetapi tahan terhadap hama dan penyakit, diharapkan menghasilkan keturunan dengan sifat produktivitasnya tinggi dan tahan terhadap hama dan penyakit.
Hibridisasi adalah mengawinkan kedua individu sejenis yang berbeda sifatnya sehingga diperoleh keturunan dengan sifat-sifat unggul yang dimiliki kedua induknya.
Bibit unggul juga dapat diperoleh
dengan menyilangkan tanaman liar dengan tanaman yang sudah dibudidayakan.
Misalnya, antara tomat liar yang berbuah kecil-kecil, tetapi kebal terhadap
penyakit layu karena jamur Fusarium dengan tanaman tomat konvensional
yang sudah dibudidayakan sehingga dihasilkan tomat dengan ukuran buah seperti
tomat konvensional yang tahan terhadap penyakit layu.
Tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul dikembangbiakkan menggunakan prinsip pewarisan sifat melalui teknik persilangan. Untuk mendapatkan sifat unggul, persilangan harus dilakukan beberapa kali sehingga sifat-sifat unggul ini akan tergabung dalam satu individu. Varietas hibrida merupakan suatu jenis tumbuhan yang merupakan keturunan dari persilangan antara dua atau lebih jenis tumbuhan yang memiliki karakteristik genetic yang berbeda dalam penerapan pewarisan sifat dalam pemuliaan makhluk hidup.
Pewarisan
sifat juga berperan penting dalam pemuliaan hewan, yaitu dalam rangka untuk
menghasilkan hewan ternak berkualitas tinggi, misalnya ungags yang mampu
menghasilkan banyak telur atau sapi dengan kualitas susu dan daging yang
banyak.
Upaya
yang dilakukan untuk menjaga supaya bibit unggul tidak kehilangan sifat-sifat
unggulnya adalah dengan melakukan dan menjaga persilangan sesame galur murni
supaya tidak terkontaminasi dengan varietas lain.
Untuk
meningkatkan kwalitas sapi lokal dapat didatangkan sapi unggul dari luar negeri,
misalnya sapi Brahman, Shorthorn, Fries Holland atau Belgian
. Selanjutnya, sapi lokal disilangkan dengan sapi-sapi unggul tersebut. Untuk
menekan biaya dapat didatangkan sperma spi-sapi unggul tersebut, kemudian
dilakukan inseminasi buatan.
Persilangan antara sapi Belgian Blue dengan sapi lokal Sumba Ongolia diharapkan memperoleh keturunan yang memiliki sifat perpaduan dari sifat unggul kedua induknya. Sapi Belgian memiliki tubuh kekar, sedangkan sapi Sumba Ongolia memiliki daya tahan terhadap panas dan fertilitas yang baik sehingga memiliki potensi untuk menghasilkan bibit unggul melalui persilangan criss crossing, yaitu teknik persilangan antara dua bangsa dan individu hasil silangan selalu dikawinkan dengan salah satu bangsa tetuanya secara bergiliran pada generasi berikutnya.
Latihan
Soal

0 Response to "Pewarisan Sifat dan Bibit Unggul"
Post a Comment